Silabus K13 Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 Format Revisi 2022

Posted on

Tujuh Media – Informasi tentang Silabus K13 Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 Format Revisi 2022 dapat Anda temukan pada tulisan ini.

Tujuh Media – Silabus K13 Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD Format Revisi Tahun 2022 ini merupakan bagian dari perangkat pembelajaran yang sangat penting karena akan membantu Guru untuk mengembangkan berbagai perangkat pembelajaran lainnya salah satu contohnya yaitu digunakan ketika membuat RPP 1 Lembar.

Pada halaman ini, saya akan lampirkan contoh Silabus K13 kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 format revisi terbaru untuk digunakan sebagai referensi Anda dalam menyusun Silabus secara mandiri atau membuatnya dengan bantuan pihak instansi setempat seperti KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

Membuat Silabus K13 merupakan tugas guru yang harus dilakukan sebelum proses pembelajaran dimulai. Hal itu karena silabus merupakan gambaran umum dari materi yang akan diajarkan dan penilaian yang akan dilakukan. Dengan silabus, pemahaman materi yang akan diajarkan dan penilaian yang akan dilakukan bisa jadi lebih jelas. Oleh karena itu, guru memiliki peranan penting dalam menyusun silabus.

Diketahui bahwa selama ini silabus kurikulum yang dikeluarkan belum pernah sepenuhnya memuat isi pokok materi pembelajaran yang seharusnya. Hal ini perlu diperbaiki, karena kurikulum merupakan pedoman yang menunjukkan kepada guru tentang apa pokok materi yang harus diajarkan kepada murid dan untuk sementara ini permasalahan sudah terjawab dengan adanya Kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 merupakan pedoman bagi guru dalam memberikan pembelajaran. Ini tidak menutup kemungkinan untuk guru membuat silabus kelas yang berbeda dengan silabus kurikulum. Namun, dalam hal ini guru harus mengetahui apakah silabus yang dibuatnya tidak bertentangan dengan silabus kurikulum yang dikeluarkan oleh Kemdikbud.

Pengertian Silabus

Apa itu silabus? Silabus adalah rangkuman pelajaran atau hasil terjemahan kurikulum ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. Bagi guru, silabus merupakan alat atau panduan belajar yang membantu guru mengoptimalkan proses pembelajaran dan pengajaran. Bagi yang belajar, silabus merupakan alat pengorganisasian waktu belajar.

Rangkuman kurikulum yang ada pada Silabus K13 ditujukan untuk menyampaikan informasi dalam bentuk yang mudah diakses siswa. Dengan mengacu pada silabus, siswa dapat mengetahui materi pelajaran yang di pelajari, kompetensi yang harus dikuasai, dan yang dikembangkan. Dengan mengetahui hal ini, siswa dapat lebih mengerti apa yang harus ditingkatkan.

Pelajaran merupakan tahapan dalam proses pembelajaran guru yang menyimpulkan materi pokok pembelajaran yang pernah dipelajari. Dengan kata lain, pelajaran merupakan suatu rangkuman yang dapat dipahami siswa.

Jika kita memahami silabus sebagai alat pembelajaran, maka akan jauh lebih mudah untuk memahami pokok bahasan dalam silabus tersebut. Silabus yang baik adalah silabus yang mencerminkan pemahaman guru tentang materi yang akan disampaikan kepada siswa.

Silabus K13 merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran. Dengan silabus, pemahaman materi yang akan diajarkan dan penilaian yang akan dilakukan bisa jadi lebih jelas. Oleh karena itu, guru memiliki peranan penting dalam menyusun silabus.

Silabus merupakan salah satu alat yang sangat penting untuk pembelajaran. Jika terlalu lama dan terlalu banyak materi yang disusun, bisa saja guru tidak memiliki waktu cukup untuk mengajar seluruh materi yang disusun. Selain itu, bila beberapa materi yang disusun tidak jelas apa yang akan disajikan dan bagaimana cara penilaian, maka sangat memungkinkan bila pemahaman siswa akan materi yang akan diajarkan masih belum jelas.

Fungsi Silabus Kurikulum 2013 (K-13)

Ada pun beberapa fungsi silabus, diantaranya yaitu:

  • Memberikan gambaran umum tentang apa yang akan diajarkan, apa yang harus dikuasai, dan apa yang harus dihasilkan oleh peserta didik dalam suatu mata pelajaran/mata kuliah.
  • Memberikan informasi mengenai jenis-jenis kegiatan dan teknik-teknik pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.
  • Memberikan petunjuk mengenai cara menilai hasil belajar peserta didik.
  • Memberikan petunjuk mengenai cara menggali sumber belajar dan sumber belajar lainnya.
  • Memberikan petunjuk mengenai standar penilaian dalam menilai hasil belajar peserta didik.
  • Memberikan petunjuk mengenai cara menyusun rencana pembelajaran, rencana pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan rencana penilaian.
  • Memberikan petunjuk mengenai cara membuat silabus kelas.
Lihat Juga :  Pemetaan KD Kelas 1 Semester 2 Tahun 2022

Komponen Silabus K13

Pada penyusunan format silabus, setiap Guru dan Pelaku Pendidikan wajib mengetahui apa saja komponen-komponen yang harus ada di dalamnya. Oleh karena itu ketahuilah dengan seksama setiap komponen beserta penjelasannya di bawah berikut ini:

1. Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi Inti merupakan komponen yang harus ada pada setiap silabus. Kompetensi inti (Core Competency) merupakan kompetensi yang harus dipelajari oleh siswa dalam rangka mempelajari sebuah materi. Kompetensi ini harus ada pada setiap silabus.

Kompetensi inti diharapkan dapat menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang tidak memiliki kompetensi inti akan selalu mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, siswa harus menguasai kompetensi inti tersebut.

Kompetensi ini harus disusun dengan baik, dan jangan sampai tidak jelas. Jika kompetensi inti tidak disusun dengan baik, maka siswa akan terlalu cepat menguasai kompetensi inti tersebut.

2. Kompetensi Dasar (KD)

Kompetensi Dasar juga merupakan komponen utama yang harus ada pada setiap silabus. Kompetensi dasar ditujukan untuk memotivasi peserta didik agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai pribadi yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.

Kompetensi dasar merupakan komponen yang mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kompetensi inti. Kompetensi dasar mempunyai tujuan pengembangan kompetensi inti. Kompetensi dasar juga mempunyai ciri yang sama dengan kompetensi inti, namun kompetensi dasar tidak mencerminkan hasil belajar dari kompetensi inti.

3. Indikator Pembelajaran

Indikator merupakan hal yang paling penting dalam setiap silabus. Hal ini juga berkaitan dengan peran guru dalam memilih silabus. Jika silabus tidak mempunyai indikator maka guru tidak akan bisa menentukan apa yang harus dikerjakan oleh siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Jika silabus tidak memiliki indikator maka guru pun tidak akan tahu apa yang harus dikerjakan dalam membuat silabus yang berupa materi dan atau aktivitas.

Indikator Pembelajaran adalah suatu bentuk komponen yang menggambarkan ciri dan atau tata cara penyajian materi pembelajaran dalam suatu proses pembelajaran yang merupakan bagian dari silabus. Penyajian indikator pembelajaran terdiri dari: 1. Penjelasan isi materi 2. Toleransi waktu yang diperlukan 3. Cara penilaian 4. Sumber daya dan sumber informasi yang dibutuhkan 5. Sumber bahan ajar 6. Sumber peralatan 7. Sumber sarana.

4. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran adalah serangkaian tindakan yang berlangsung di dalam kelas. Guru dan siswa sama-sama merupakan aktor dalam proses pembelajaran. Tujuan dari proses pembelajaran adalah untuk mengidentifikasi apakah kompetensi yang diinginkan telah terpenuhi atau belum.

5. Materi Pokok Bidang Studi Tematik

Mata pelajaran merupakan materi yang telah diatur oleh pendidikan Indonesia dan ditulis dalam poin-poin berdasarkan penanda pencapaian kompetensi. Fakta, konsep, prinsip, dan metode yang relevan dengan kondisi kelas dimasukkan dalam materi topik.

6. Penilaian

Penilaian merupakan suatu upaya untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang telah dikerjakan oleh guru dalam mengajar dan mengajarkan. Penilaian dapat dibedakan sebagai penilaian langsung dan tidak langsung. Penilaian langsung meliputi contoh tes, tes kompetensi, tes perbuatan, survey, keputusan Guru, dan laporan atas prestasi. Penilaian tidak langsung meliputi penilaian kompetensi, penilaian prestasi, penilaian kegiatan, dan penilaian pilihan ganda.

7. Alokasi Waktu

Alokasi Waktu merupakan komponen yang mempunyai peranan penting pada setiap silabus. Karena Alokasi Waktu merupakan komponen yang meliputi urutan kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta didik pada setiap mata pelajaran dalam suatu silabus. Oleh karena itu sebuah silabus dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Alokasi Waktu dan bagian materi dan tujuan. Bagian Alokasi Waktu adalah bagian yang menyajikan urutan kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta didik pada setiap mata pelajaran. Bagian materi dan tujuan adalah bagian yang menyajikan tentang materi pokok dan tujuan pembelajaran.

Lihat Juga :  Silabus Kelas 6 Semester 1 Tahun 2023

8. Sumber Belajar

Sumber belajar adalah setiap data, orang, atau bentuk informasi lain yang dapat digunakan oleh siswa dalam pembelajaran mereka, baik secara mandiri atau dalam kombinasi, untuk membantu mereka mencapai tujuan atau keterampilan belajar mereka. Dalam hal ini, biasanya sumber belajar didapatkan dari Buku Kurikulum 2013, Internet dan keadaan lingkungan alam sekitar.

Cara Membuat Silabus K13 (Kurikulum 2013)

Silabus setiap mata pelajaran terdiri dari komponen-komponen penting yang dapat menjawab pertanyaan tentang kemampuan yang akan diciptakan pada siswa, bagaimana mengembangkannya, dan bagaimana menentukan kapan siswa telah memperoleh kompetensi tersebut. Berikut adalah tahapan untuk membuat silabus pembelajaran yang efisien :

1 .Perhatikan baik-baik komponen silabus.
Ada delapan komponen yang harus diisi dalam format silabus. Standar kompetensi, kompetensi dasar, mata pelajaran/materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator (penanda pencapaian kompetensi dasar), penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar merupakan delapan komponen tersebut.

2. Membuat peta standar kompetensi dan keterampilan dasar.

Tahap pertama dalam menyusun silabus adalah mengumpulkan informasi. Siswa harus mencapai seperangkat kompetensi sebagai hasil studi mereka, yang dikenal sebagai standar kompetensi. Kompetensi dasar adalah aspek standar kompetensi yang meliputi pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang minimal harus dipenuhi siswa.

3. Memilih dan menentukan sumber belajar yang selaras dengan kompetensi dasar.

Ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih bahan pembelajaran. Ini adalah sebagai berikut:

  • Potensi peserta didik;
  • Relevansi dengan fitur wilayah;
  • Sejauh mana perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual siswa;
  • keuntungan siswa;
  • Struktur ilmu;
  • kebenaran, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
  • Relevansi dengan kebutuhan siswa dan tuntutan lingkungan;
  • Alokasi Waktu;

4. Membuat kegiatan pendidikan

Buatlah latihan pembelajaran semenarik mungkin sehingga siswa ingin terus belajar. Artikel ini menyediakan sumber daya untuk pendekatan aktivitas pembelajaran yang unik dan menarik bagi guru.

5. Menetapkan indikator pencapaian untuk mempermudah desain penilaian.

Indikator adalah perubahan perilaku yang dapat diamati yang menunjukkan pencapaian kompetensi dasar. Sikap, pengetahuan, dan keterampilan merupakan contoh indikatornya. Setidaknya dibuat tiga indikator untuk setiap kompetensi dasar.

6. Tentukan jenis evaluasi yang akan Anda lakukan.

Tujuan dari ujian adalah untuk melihat apakah siswa telah menguasai keterampilan dasar dan indikator. Tes tertulis, tes lisan, proyek, dan alat lainnya dapat digunakan sebagai alat penilaian. Instrumen evaluasi harus, idealnya, memeriksa pemahaman murid daripada hafalan.

7. Sisihkan waktu untuk kegiatan pendidikan.

Waktu yang diberikan pada silabus adalah perkiraan berapa lama waktu yang dibutuhkan siswa untuk memperoleh keterampilan dasar. Jumlah kesulitan, keluasan, dan nilai materi semuanya harus ditimbang saat membuat keputusan ini. Ingatlah untuk menyisihkan waktu untuk tes/tes, remedial, dan backup juga.

8. Tentukan sumber belajar yang akan digunakan.

Standar kompetensi, kompetensi dasar, mata pelajaran/materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi digunakan untuk menentukan sumber belajar. Sumber belajar tidak harus berupa buku; mereka juga dapat berupa situs web, video, dan bentuk media lainnya. Gunakan berbagai sumber belajar agar anak tidak bosan.

Pengembangan Silabus K13

Pengembangan silabus untuk apa? Itu adalah pertanyaan yang sering diajukan orang. Sebenarnya pertanyaan itu adalah pertanyaan yang logis. Karena pengembangan silabus dilakukan agar materi pelajaran yang disampaikan ke dalam proses belajar mengajar terbuka dan terarah, serta mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Silabus harus diwujudkan, jika tidak maka materi pelajaran atau kegiatan pembelajaran yang disampaikan kepada siswa akan terkesan tidak terarah, tidak terbuka, dan tidak terarah.

Pengembangan silabus adalah kegiatan untuk menyusun dan melengkapi kurikulum secara parsial atau menyeluruh. Melalui pengembangan silabus akan dicantumkan hasil penilaian sebagai kriteria penilaian kinerja. Silabus diharapkan dapat memberikan gambaran tentang apa yang harus dikerjakan oleh peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Untuk itu, silabus harus diperkuat dengan kurikulum dan rancangan pembelajaran yang relevan. Berikut ini cara mengembangkan Silabus Kurikulum 2013:

Lihat Juga :  Promes Kelas 6 Semester 2 Tahun 2022
  1. Lakukan peninjauan terhadap Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
  2. Menelaah mata pelajaran SK dan KD sesuai dengan Standar Isi.
  3. Mengidentifikasi Sumber Informasi Primer dan Sekunder. Identifikasi kunci/materi pembelajaran yang akan membantu Anda mencapai KD.
  4. Menciptakan Kegiatan Belajar Baru Untuk mencapai KD, kegiatan belajar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menggabungkan proses mental dan fisik.
  5. Penyusunan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan tolak ukur untuk menentukan terpenuhi atau tidaknya suatu KD. Pengembangan perangkat penilaian didasarkan pada indikator.
  6. Memilih Metode Penilaian. Berdasarkan indikator, pencapaian kompetensi dasar siswa dinilai. Tes tertulis digunakan untuk menilai siswa.
  7. Tentukan alokasi waktu Anda. Jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu digunakan untuk menentukan alokasi waktu untuk setiap KD. Alokasi waktu merupakan perkiraan berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap siswa untuk menguasai KD.
  8. Memilih Sumber Belajar adalah tugas yang sulit. Sumber belajar dipilih berdasarkan SK dan KD, serta indikator mata pelajaran/materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan pencapaian kompetensi.

Perbedaan Silabus dan RPP

Arti Silabus adalah rangkuman pelajaran atau hasil terjemahan kurikulum ke dalam materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. Mengacu pada kurikulum yang berlaku, silabus juga memberikan informasi mengenai materi yang akan disampaikan dan juga struktur kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.

Sedangkan, RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan rencana yang terdiri dari jenis kegiatan pembelajaran, tujuan pembelajaran, penilaian, metode pembelajaran, alokasi waktu, serta media/ bahan ajar yang dibutuhkan. RPP tersebut diperoleh dari Silabus dan dibahas dengan guru dan peserta didik sebelum dituangkan dalam bentuk RPP yang nyata. Untuk mengetahui perbedaan secara rinci antara SIlabus dan RPP, bisa Anda lihat pada tabel di bawah ini.

Tabel Perbedaan Silabus dan RPP

NoSILABUSRPP
1Untuk penyusunan kerangka pembelajaran untuk masing-masing materi pelajaran mata pelajaran, ini menjadi acuan.Pelaksanaan program pembelajaran yang ditunjukkan dalam kurikulum.
2Dalam RPP dijelaskan.Dikembangkan sesuai dengan isi silabus.
3Di bawah pembinaan dan pengawasan administrasi pendidikan kabupaten/kota/provinsi, yang dikembangkan oleh guru, kelompok guru, atau kelompok kerja guru kelas/mata pelajaran.Setiap instruktur harus membuat, menyusun, dan menyiapkan dokumen ini.
4Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi digunakan untuk menyusun daftar ini.Penyusunan berdasarkan satu atau lebih Kompetensi Dasar atau subtema pertemuan.
5Ini adalah aplikasi makro.Microlearning adalah aplikasi yang memungkinkan Anda belajar sedikit demi sedikit
6Ini adalah program jangka panjang yang berlangsung sekitar satu semester atau satu tahun akademik.Program ini hanya untuk satu atau lebih pertemuan dan berlangsung singkat.
7Ini terdiri dari komponen yang lebih umum.Itu terdiri dari bagian-bagian yang jauh lebih rumit.

Download Contoh Silabus K13 SD

Bagi semua rekan-rekan Guru dan Pelaku Pendidikan yang sedang membutuhkan contoh Silabus SD Kurikulum 2013 format revisi terbaru, maka di sini saya akan bagikan secara lengkap untuk setiap kelas pada semester 1 dan 2. Silahkan unduh semua filenya melalui tautan halaman yang ada pada tabel berikut :

1.Silabus Kelas 1 Kurikulum 2013 Format Revisi
2.Silabus Kelas 2 Kurikulum 2013 Format Revisi
3.Silabus Kelas 3 Kurikulum 2013 Format Revisi
4.Silabus Kelas 4 Kurikulum 2013 Format Revisi
5.Silabus Kelas 5 Kurikulum 2013 Format Revisi
6.Silabus Kelas 6 Kurikulum 2013 Format Revisi

Contoh Silabus Sekolah Dasar untuk semua kelas tersebut telah dilengkapi cover silabus pada setiap kelas dan semesternya. Formatnya berekstensikan .docx, dengan demikian akan mudah diedit menggunakan MS. Office Word.

Silabus K13 SD yang telah dibagikan di atas memiliki delapan komponen (Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Materi Pokok Bidang Studi (tematik), Penilaian, Alokasi Waktu, Sumber Belajar). Anda dapat menambahkan komponen Silabus lainnya untuk menyesuaikan kebutuhan KBM di masing-masing Sekolah.

Kesimpulan

Silabus K13 SD hanya jadi referensi untuk diketahui oleh guru dan siswa, yang mana setiap kelas memiliki silabus masing-masing. Silabus tidak bisa mengikat siswa, terlepas dari hasil pembelajaran yang sudah disebutkan dalam silabus. Di samping itu, sebuah silabus tidak ada hubungannya dengan hasil tes, karena sebuah silabus tidak memiliki fungsi untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa.

Berkaitan dengan itu, guru sebaiknya menggunakan contoh silabus, baik semacam format yang telah disediakan maupun silabus yang sudah dibuat guru lain pada saat mengikuti pelatihan. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa silabus yang dibuat akan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Silabus yang baik harus memberikan gambaran umum tentang materi yang akan diajarkan. Saat ini Anda dapat mempelajari Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 untuk memahami tentang penyusunan Silabus secara mendalam.

Itulah pembahasan mengenai Silabus K13 Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 Format Revisi 2022, mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan informasi yang Anda perlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *